Friday, 14 Oktober 2011
KJRI CAPE TOWN MEMPROMOSIKAN INDONESIA LEWAT RESEPSI HUT RI KE-66

Suasana khas Indonesia sangat kental terasa dalam acara Resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-66 yang dilaksanakan di Wisma Konsul Jenderal RI di Cape Town pada hari Selasa, tanggal 11 Oktober 2011 yang lalu.
Untuk memeriahkan perayaan HUT RI ke-66 tersebut, Wisma Indonesia di Cape Town dipercantik dengan dekorasi yang dipasang mulai dari pintu depan dengan penjor dan payung Bali, sementara itu di ruang tamu, dihamparkan berbagai jenis kain Indonesia berupa tenun ikat, songket, ulos, batik dan lain sebagainya, yang menjadikan daya tarik tersendiri bagi para undangan yang hadir.
Sedangkan disekitar area resepsi, didisplay beberapa bagian dari gamelan Jawa berupa rebab, kendang dan kenong serta manekin yang didandani dengan pakaian tradisional Indonesia yang mewakili beberapa daerah yang ada di Nusantara.
Pada hari Selasa sore itu, tepatnya sejak jam 16.40 para tamu yang terdiri dari Korps Konsular di Cape Town dan mitra kerja Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Cape Town, yaitu pihak pemerintah kota dan provinsi, parlemen, pengusaha, ulama dan pemuka agama, akademisi, serta friends of Indonesia mulai berdatangan untuk menghadiri resepsi yang dimulai pada jam 17.00. Begitu memasuki ruang tamu, para undangan disambut oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town beserta Bapak Harijadi selaku tuan rumah, untuk selanjutnya dipandu menuju tempat resepsi berlangsung, yaitu di taman di halaman belakang wisma Indonesia yang dipercantik oleh gemercik dan gemerlap air dari kolam renang yang terkena sorot lampu.
Ketika hampir seluruh tamu telah tiba, tuan rumah bergabung ke tempat resepsi berlangsung, dan untuk selanjutnya acara resepsi perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-66 dimulai dengan dipandu oleh pembawa acara. Ketika menyapa para tamu undangan, pemandu acara menjelaskan bahwa resepsi tersebut diselenggarakan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-66 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2011 lalu; namun perayaannya sengaja diselenggarakan pada bulan Oktober, karena menunggu musim semi tiba, sehingga resepsi dapat dilaksanakan secara lebih nyaman dan meriah.
Selain untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-66, resepsi tersebut juga sekaligus dimaksudkan untuk melaksanakan promosi seni budaya Indonesia. Oleh karena itulah pada kesempatan tersebut beberapa kekayaan seni budaya Indonesia berupa gamelan, kain, dan pakaian tradisional ikut dipamerkan. Promosi juga dilengkapi dengan informasi-informasi mengenai Indonesia dalam bentuk brosur dan buku-buku.
Untuk menghibur para tamu, KJRI di Cape Town menampilkan dua tarian tradisional Indonesia, yaitu Tari Pendet dari Bali dan Tari Cebing Malati dari Madura yang disambut dengan tepuk tangan serta rasa kagum oleh para undangan.
Kekaguman para tamu semakin bertambah ketika pembawa acara menjelaskan bahwa tarian tersebut dibawakan oleh dua penari setempat dari EOAN Group yang memang mempelajari dan mengajarkan tarian Indonesia kepada murid-muridnya. Group tersebut juga dibina oleh KJRI dengan memfasilitasi mereka untuk memperoleh beasiswa seni budaya Indonesia bagi murid-muridnya, agar khazanah tarian Indonesia yang mereka peroleh dari Indonesia itu dapat ditumbuh kembangkan di wilayah kerja KJRI di Cape Town.
Melengkapi kemeriahan resepsi dan promosi Indonesia pada malam resepsi itu, KJRI di Cape Town menyajikan berbagai hidangan khas Indonesia, yaitu Nasi Goreng, Mie Goreng, Sate Ayam, Lontong dan Krupuk udang, serta aneka makanan kecil berupa pisang molen, lumpia, risoles, rempeyek, wajik ketan, dan tidak ketingalan dadar gulung khas Makassar serta lapis-legit dari Jakarta/Betawi, karena kedua daerah ini (Batavia dan Makassar) memiliki hubungan sejarah yang sangat erat dengan kota Cape Town yang dahulu bernama the Cape of Good Hope.
Resepsi usai pada pukul 20.00 waktu setempat dan para undangan yang jumlahnya mendekati angka 100 itu tampak takjub dengan cara KJRI di Cape Town merayakan kemerdekaan sekaligus mengadakan promosi, yang terkesan unik serta berbeda dari yang lain. (Cape Town, 14 Oktober 2011)
