www.indonesia-capetown.org.za
WHAT'S NEW

Friday, 2 September 2011

GEMA TAKBIR TAMBAH KHIDMAT SUASANA IDUL FITRI DI KJRI CAPE TOWN

Menjelang puncak kegiatan Safari Ramadan 2011 di Cape Town, pada hari Selasa malam, tanggal 30 Agustus 2011 di Aula Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, dikumandangkan Takbir guna menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H yang jatuh pada hari Rabu, tanggal 31 Agustus 2011. Kegiatan yang dihadiri oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town beserta Suami dan seluruh Pejabat dan Staf KJRI beserta keluarga, serta masyarakat Indonesia di wilayah kerja itu dipimpin oleh Prof. Dr. H Salman Harun Ahmad, Guru Besar dan Ahli Tafsir Al-Qur’an dari UIN Syarif Hidayatulah Jakarta, yang mengisi kegiatan Safari Ramadan 2011. Selain Takbiran, kegiatan yang berlangsung hingga tengah malam itu juga diisi dengan ceramah singkat dari Prof. Salman  mengenai hikmah ramadan, yang intinya bahwa bulan ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Dalam kaitan itu, ibadah yang dilakukan di bulan suci Ramadan pahalanya akan berlipat ganda;  sehingga sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah di bulan ramadan.

Pagi harinya, yaitu Rabu, tanggal 31 Agustus 2011, Masyarakat Muslim Indonesia yang berdomisili di Cape Town dan sekitarnya bergegas menuju KJRI di Cape Town, di 124 Rosmead Avenue untuk menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri, 1 Syawal 1432 H. Shalat yang diselenggarakan di Aula Gedung KJRI Cape Town tersebut merupakan puncak dari kegiatan Safari Ramadhan 2011. Dalam rangka merayakan hari kemenangan bagi seluruh umat Islam ini, Panitia Safari Ramadan KJRI di Cape Town 2011 tidak lupa mengakomodasi para WNI yang berkerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) yang kapalnya sedang merapat  di pelabuhan Table Bay, Cape Town, mulai dari pengaturan transportasi hingga konsumsi.

Gema takbir yang dikumandangkan sejak Selasa malam, pada hari Rabu pagi dilanjutkan oleh Masyarakat Muslim Indonesia hingga menjelang Shalat Idul Fitri. Beberapa ABK yang  sudah tiba di KJRI di Cape Town (dan berada di ruang ibadah) sejak pukul 07.15 pagi tampak semangat untuk melaksanakan Shalat Ied berjamaah; hal itu terlihat dari penampilan serta inisiatif mereka untuk mengambil leaflet bertuliskan lafadz takbir dan kemudian mereka melafalkan takbir bersama-sama sambil menunggu datangnya imam dan jemaah lainnya. Semangat dan sikap yang sigap yang ditampilkan oleh para ABK tersebut, tentunya menggembirakan bagi pimpinan dan seluruh keluarga KJRI di Cape Town, karena menunjukkan bahwa upaya KJRI dalam melakukan pembinaan dan memberi bimbingan kepada ABK yang berada di wilayah Cape Town melalui kelas life-skills yang diselenggarakan setiap hari Rabu membuahkan hasil. Para ABK yang pada tahun sebelumnya merasa rendah diri bila bertemu dan berkumpul dengan warga masyarakat Indonesia lainnya, kini tampak lebih percaya dalam membawakan dirinya. Melalui kelas life-skills tersebut, KJRI di Cape Town senantiasa mengingatkan bahwa mereka para ABK memiliki hak dan kewajibanyang sama dengan WNI lainnya, oleh karenanya tidak harus merasa rendah diri, sebab mencari ikan adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian dan hanya dapat dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki ketekunan tersendiri, selain itu, di dalam kelas life skills tersebut, para ABK juga diperlakukan dan diposisikan sebagaimana layaknya manusia yang bermartabat.

Selepas takbir sebelum Shalat Ied dimulai, Konsul Ekonomi Dharmaginta Thanos selaku Project Officer (P.O) kegiatan Safari Ramadan membuka acara dengan menyampaikan laporan pelaksanaan rangkaian kegiatan Safari Ramadan 2011 yang telah dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2011 dan puncaknya pada Hari Raya Idul Fitri 1432 H.

Selanjutnya, seraya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, mengawali sambutannya Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie S. Harijadi juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyakarat Indonesia dan para ABK pada acara Shalat Idul Fitri tersebut serta dukungan yang telah mereka berikan pada kegiatan Safari Ramadan 2011. Selain itu, ia juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan utamanya kepada para ABK agar semua perbuatan baik yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan dapat dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya.

Pesan paling penting dari Konsul Jenderal kepada para ABK adalah terkait peristiwa tawuran antara ABK Indonesia dan ABK Vietnam yang terjadi pada hari Selasa, tanggal 23 Agustus 2011. Dalam hal ini Konsul Jenderal menyampaikan rasa prihatin atas kejadian itu, dan sekaligus meminta agar ABK Indonesia tidak terpancing atau untuk terlibat melakukan tawuran, baik dengan sesama ABK WNI ataupun dengan ABK dari negara lainnya. Ditekankan oleh Konsul Jenderal agar para ABK senantiasa berhati-hati dalam bertindak sehingga dapat menghindari permasalahan selama melaksanakan pekerjaannya yang berat baik secara fisik maupun secara mental. Selain itu, agar mereka juga berupaya menjauhi godaan-godaan yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri baik secara materi maupun non-materi. Dan hendaknya selalu ingat bahwa tujuan meninggalkan tanah air adalah untuk mencari nafkah guna menghidupi keluarga yang ditinggalkan, oleh karena itu, jauhi berbagai hal yang dapat menimbulkan keributan dan permusuhan serta perkelahian, dan hendaknya berupaya mengalah untuk menang, dalam hal ini melawan amarah.

Tepat jam 08:30, Shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan khusyuk dan khidmat, dipimpin oleh Prof. Dr. Salman Harun Achmad sebagai imam.

Seusai Shalat Idul Fitri, Prof. Salman Harun menyampaikan khutbah Idul Fitri dengan tema Iman dan Takwa dalam Islam, dengan mengupas Surat An-Naml ayat 60 – 64. Pilihan tema tentang iman dan takwa tersebut sangat relevan untuk disampaikan dalam kesempatan sholat Ied ini, mengingat selain dihadiri oleh masyarakat Indonesia, juga terdapat lebih dari 100 ABK yang karena sifat dan jenis pekerjaanya perlu diberikan siraman rohani agar mereka senantiasa ingat kepada Allah Swt.

Selanjutnya, seluruh jemaah dimulai dari Konsul Jenderal dan suami, saling mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri dan saling bermaaf-maafan sebagaimana layaknya Idul Fitri di Indonesia. Suasana terasa mengharukan sehingga beberapa hadirin tampak mencucurkan airmata karena teringat keluarga dan suasana lebaran di kampung halaman. Sambil melanjutkan ramah tamah para undangan juga berkesempatan untuk mencicipi makanan kecil yang disiapkan oleh panitia. Selain itu, KJRI juga menyiapkan peralatan olahraga serta permainan bagi para ABK yang menunggu acara halal bi halal yang dilaksanakan di Wisma Indonesia siang harinya.

(Cape Town, 31 Agustus 2011)