www.indonesia-capetown.org.za
WHAT'S NEW

Wednesday, 31 August 2011

MELALUI SAFARI RAMADAN 2011 MEMBAWAKAN SUASANA RAMADAN INDONESIA KE  PORT ELIZABETH, AFRIKA SELATAN

Kegiatan Safari Ramadan 2011 yang dilaksanakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town tidak hanya berlangsung di Cape Town, propinsi Weastern Cape, tetapi  juga menjangkau Port Elizabeth, yaitu salah satu kota besar di provinsi Eastern Cape, yang juga merupakan wilayah kerja KJR Cape Town.  Pemilihan Port Elizabeth  sebagai tujuan Safari Ramadan karena di kota tersebut juga terdapat komunitas muslim keturunan Indonesia yang jumlahnya cukup besar.

Diharapkan pelaksanaan Safari Ramadan, yang salah satu tujuannya adalah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat Afrika Selatan, khususnya keturunan Indonesia, di wilayah kerja KJRI dapat tercapai. Selain itu, melalui Safari Ramadan tersebut KJRI di Cape Town juga sekaligus dapat lebih dalam lagi memperkenalkan budaya Islam Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan.

Kunjungan Grup Safari Ramadan KJRI Cape Town 2011 yang terdiri dari Konsul Dharmaginta Thanos, Prof. Salman Harun dan beberapa Staf KJRI  ke Port Elizabeth yang dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 Agustus 2011 adalah untuk menyampaikan ceramah di Masjid At-Taqwa dan Masjidus Saabireen (masjid besar di Port Elizabeth).

Setelah menempuh perjalanan darat lebih dari 700 km, sesampainya di Port Elizabeth, Grup Safari Ramadan KJRI Cape Town langsung mengunjungi Masjid At-Taqwa untuk Shalat Tarawih dan memberikan after tarawih lecture. Masjid At-Taqwa adalah salah satu masjid terbesar di Port Elizabeth dan memiliki jumlah jemaat yang cukup besar pula, sehingga masjid tersebut merupakan forum yang tepat untuk pelaksanaan Safari Ramadan dan merealisasikan  tujuan kegiatan tersebut.  

Esok malam harinya, Prof. Salman Harun kembali menyampaikan after tarawih lecture, yang kali ini bertempat di Masjidus Saabireen. Masjidus Saabireen  juga salah satu masjid besar di Port Elizabeth yang dibangun oleh Komunitas Cape Melayu (keturunan Indonesia) yang tergabung dalam organisasi bernama Eastern Cape Malayo Cultural Society (ECMCS). ECMS adalah sebuah organisasi Cape Melayu di Port Elizabeth yang senantiasa mempertahankan dan memelihara kebudayaan dan link Indonesia di wilayah tersebut. Karena itu Masjidus Saabireen merupakan tempat yang tepat bagi pelaksanaan Safari Ramadan 2011, yang tujuan utamanya adalah untuk mempererat hubungan kekerabatan antara Indonesia dengan masyarakat Afrika Selatan keturunan Indonesia.

Di dua tempat tersebut, Prof. Salman Harun menyampaikan ceramah dengan mengulas beberapa ayat Al-Qur’an yang mengabarkan tentang penciptaan alam semesta, kemudian  menghubungkan ayat-ayat tersebut dengan isu-isu terbaru yang berkembang di dunia sekarang ini, untuk menunjukkan bahwa apa yang dikabarkan oleh Al-Qur’an adalah relevan bagi kehidupan manusia di zaman sekarang. Selain itu, Prof. Salman juga mengulas beberapa ayat mengenai penciptaan manusia serta kedudukan yang setara antara pria dan wanita di dalam Islam. Hal itu penting untuk meluruskan pandangan beberapa orang yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang bersifat patriarchal dan merendahkan kaum perempuan.

Beberapa Tafsir ayat-ayat  Al-Qur’an tersebut dipandang penting untuk disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadan 2011 ini, selain untuk memberikan gambaran bahwa budaya Islam di Indonesia telah modern, dimana kaum wanita dapat menikmati kebebasan dalam menjalankan perannya, juga penting dalam rangka membangun image bahwa umat Islam di Indonesia adalah umat yang ingin berkembang dan menggunakan ajaran Islam secara seimbang yaitu untuk kebaikan di dunia dan di akhirat.

Seusai acara, Grup Safari Ramadan KJRI Cape Town juga menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan ulama dan masyakarat yang hadir pada kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan penghargaan, rasa kagum dan terima kasih atas usaha KJRI di Cape Town, walaupun jauh jarak tempuhnya, namun jarak tidak mengurungkan niatnya untuk tetap menjaga silaturahmi dengan masyakarat dan melakukan syiar Islam sampai ke Port Elizabeth. Mereka juga menyampaikan bahwa perjalanan jauh yang ditempuh oleh Grup Safari Ramadan KJRI itu seperti napak tilas awal rute menyebarnya agama Islam di kalangan penduduk di Afrika Selatan yang dibawa oleh pendatang yang berasal dari Indonesia.

Pihak Eastern Cape Malayo Cultural Society  merasa sangat dihargai oleh upaya KJRI di Cape Town dengan mendatangkan seorang ahli tafsir sekelas Prof. Salman Harun, apalagi kedatangannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Upaya menjaga hubungan kekerabatan seperti inilah yang diharapkan oleh Cape Malayo Cultural Society yang akan dapat menjadi titik awal bagi upayanya untuk senantiasa menjaga kesadaran masyarakat Cape Melayu atas asal muasal dan akar budaya mereka, yaitu dari Indonesia. 

Grup Safari Ramadan KJRI  Cape Town meninggalkan Port Elizabet pada dini hari tanggal 30 Agustus 2011, untuk mengejar pelaksanaan puncak acara kegiatan Safari Ramadan 2011 yang akan diselenggarakan di Gedung KJRI Cape Town pada tanggal 30 Agustus 2011 malam hari, yaitu Malam Takbiran Menyongsong Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1432 H. (Cape Town, 30  Agustus 2011)