www.indonesia-capetown.org.za
WHAT'S NEW

Sunday, 21 August 2011

 

KJRI CAPE TOWN MANFAATKAN PROGRAM SAFARI RAMADAN UNTUK MEMBINA MASYARAKAT INDONESIA DI WILAYAH KERJANYA

“Sambil menyelam minum air”; ungkapan tersebut tidaklah berlebihan untuk mengibaratkan upaya yang ditempuh KJRI di Cape Town selama bulan suci Ramadan ini dalam melaksanakan salah satu tugas Perwakilan RI di luar negeri.

Lebih jelasnya, dalam rangka mengisi kegiatan promosi Indonesia di bulan suci Ramadan, KJRI di Cape Town menyelenggarakan promosi ilmu pengetahuan yang dikemas dalam format Safari Ramadan, yang dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan dakwah tentang Islam di Indonesia, yang disampaikan oleh seorang pakar dalam bidangnya yang sengaja diundang dari Indonesia. Seperti halnya Ramadan tahun 2010, pada Safari Ramadan 2011, KJRI di Cape Town juga menghadirkan Prof. Dr. Salman Harun Ahmad, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan pakar di bidang Tafsir Al-Quran.

Kegiatan Safari Ramadan 2011 yang  berlangsung sejak tanggal 15 Agustus 2011 dan akan berakhir sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah ini dapat diselenggarakan berkat kerjasama yang baik dengan berbagai instansi di wilayah kerja KJRI di Cape Town (universitas, madrasah, masjid, beberapa lembaga think tank dan radio). 

Tanggapan positif dari kalangan setempat terhadap program Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh KJRI di Cape Town tampak dari terjadwalnya kegiatan secara penuh (pagi kegiatan ceramah di lembaga pendidikan dan sore hari ke masjid-masjid).

Momentum Safari Ramadhan ini juga dimanfaatkan oleh KJRI di Cape Town untuk melaksanakan pembinaan masyarakat Indonesia di wilayah kerja; dalam kaitan ini, jika pada tahun 2010 yang lalu seluruh kegiatan buka puasa dan shalat tarawih bersama dilaksanakan di kantor KJRI di Cape Town, pada tahun ini kegiatan tersebut diselenggarakan sebagian di KJRI Cape Town dan sebagian lagi di rumah masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI, yang bersedia ketempatan. Sebagaimana tahun sebelumnya, agar  tidak membebani masyarakat maka  konsumsi diatur dalam sistem pot luck.

Terkait pelaksanaan Safari Ramadan 2011, Konsul Ekonomi Dharmaginta Thanos selaku Project Officer (PO) kegiatan menjelaskan bahwa sesuai arahan pimpinan KJRI di Cape Town, penyelenggaraan kegiatan Safari Ramadan difokuskan pada dua aspek/tujuan; ke luar adalah dalam rangka melaksanakan promosi di bidang ilmu pengetahuan, sedangkan ke dalam adalah dalam rangka pelaksanaan tugas pembinaan masyarakat Indonesia di wilayah kerja. Selanjutnya, Dharmaginta menjelaskan , melalui pola kunjungan KJRI ke rumah-rumah masyarakat Indonesia di wilayah kerja, diharapkan dapat terbangun hubungan yang tidak hanya satu arah ( dari KJRI saja), tetapi dapat berlangsung secara timbal balik, sehingga bukan hanya kami di KJRI saja yang melakukan tugas membina masyakarat tetapi masyarakat juga dapat memberikan input kepada KJRI”.

Salah satu contoh adalah acara buka puasa dan tarawih bersama yang diselenggarakan di rumah keluarga Ny. Nettie Shuttes pada hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2011, ternyata memperoleh sambutan yang positif dari masyarakat Indonesia (muslim) di wilayah kerja; tuan rumah antusias dalam menyambut kegiatan, demikian pula para pesertanya. Makanan tampak berlimpah karena masing-masing keluarga membawa pot luck, sampai-sampai ada yang protes ketika hidangan yang dibawanya tidak tersentuh.

Usai shalat tarawih, Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi memanfaatkan momentum pertemuan tersebut untuk mengadakan bincang-bincang secara informal (santai) yang secara “tersirat” memberikan bimbingan mengenai berbagai hal positif kepada seluruh masyarakat Indonesia yang hadir, utamanya kaum perempuan, antara lain untuk memulai belajar mencintai kekayaan Indonesia berupa seni dan budaya dan mengenai pentingnya melestarikan budaya Indonesia, salah satunya dengan mengenalkan busana tradisional Indonesia utamanya pada acara-acara tertentu yang dihadiri oleh masyarakat setempat, agar dengan demikian sekaligus kita juga dapat melaksanakan promosi budaya.  Kata Konsul Jenderal , jika bukan oleh kita sendiri, siapa lagi yang akan melestarikan budaya bangsa Indonesia.

Selain mengenai pelestarian budaya, Konsul Jenderal juga menghimbau masyarakat di wilayah kerjanya agar dapat memberikan perhatian yang “lebih” kepada  para ABK Indonesia utamanya yang berada di wilayah kerja KJRI di Cape Town, mengingat kondisi mereka yang tidak seberuntung masyakarat Indonesia lainnya (sebagai akibat dari berbagai permasalahan di tempat kerja mereka).  Pada kesempatan itu, Konsul Jenderal juga mengundang masyarakat untuk bergabung pada acara buka puasa dan tarawih bersama para ABK yang  akan dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Agustus 2011 di Mission to Seafarers (pelabuhan), Cape Town.

Saking nyamannya acara yang informal itu, tidak terasa waktu telah larut dan rombongan KJRI harus kembali ke Cape Town yang memerlukan jarak tempuh selama satu jam.  Namun, jarak tempuh serta dinginnya hawa winter di Cape Town terkalahkan oleh semangat seluruh keluarga besar KJRI  yang senantiasa tanggap akan tugasnya di bidang pembinaan masyarakat Indonesia di wilayah kerjanya. (Cape Town, 19 Agustus 2011)