www.indonesia-capetown.org.za
WHAT'S NEW

Thursday, 20 August 2011

 

MEREKAM SEJARAH HUBUNGAN JAKARTA DENGAN CAPE TOWN MELALUI INDONESIA’S HERITAGE CORNER

Dalam rangka melaksanakan tugas dibidang promosi, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town untuk kedua kalinya  mendirikan Indonesia’s Heritage Corner (IHC).

IHC yang ke-2 didirikan di International Peace College South Africa (IPSA), Cape Town, yang merupakan long standing partner KJRI di Cape Town. Dengan tema the Ancient Link of Batavia and Cape of Good Hope; peresmian IHC dilakukan pada hari Jum’at, 19 Agustus 2011, pada jam 18.40 tepatnya setelah buka puasa dan Sholat Magrib bersama.

Peresmian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah seorang pengajar IPSA, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Arrangement on the Establishment of the Indonesia’s Heritage Corner at IPSA  oleh  Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie S. Harijadi,  dan Principal of IPSA, Dr. Salie Abrahams. Arrangement tersebut dimaksudkan sebagai payung hukum kerjasama antaraKJRI di Cape Town dengan IPSA terkait pendirian dan pemeliharaan IHC tersebut.

Kegembiraan Dr. Salie Abrahams atas berdirinya IHC di IPSA ini tercermin dalam kata sambutan yang  disampaikannya bahwa dengan adanya IHC di IPSA menambah unsur Indonesia sebagai  perwujudan impiannya selaku pimpinan IPSA untuk turut menjunjung tinggi dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya nenek moyang masyarakat keturunan Indonesia (yang dikenal sebagai Cape Malay  Community) di Cape Town. Lebih lanjut Dr. Salie mengucapkan terima kasih atas kerja keras KJRI di Cape Town yang tidak hentinya membantu IPSA, termasuk  dalam mewujudkan impian tentang IHC, serta  penyelenggaraan kelas Bahasa Indonesia  untuk para siswa IPSA yang diresmikan bulan Mei 2011.  

Selanjutnya Dr. Salie juga menyampaikan harapannya tentang kemungkinan adanya program exchange visit of academics and students antara IPSA dengan perguruan tinggi di Indonesia guna mempererat hubungan masyarakat Afrika Selatan, khususnya keturunan Indonesia dengan masyarakat Indonesia,masyarakat  negeri  yang merupakan asal usul para  leluhur mereka; agar dengan demikian mereka akan dapat mengenal Indonesia lebih baik lagi. Dalam tanggapannya  Konsul  Jenderal menyatakan belum dapat memberikan janji apapun, kecuali akan berupaya sebaik-baiknya agar apa yang diharapkan oleh Dr. Salie dapat terwujud.

Seraya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur di IPSA,  dan utamanya kepada Dr. Salie; dalam sambutan singkatnya, Konsul Jenderal RI di Cape Town menghargai kesedian Dr. Salie, selaku pimpinan IPSA, untuk memfasilitasi KJRI di Cape Town dalam melaksanakan berbagai programnya di bidang promosi tentang Indonesia. Sehingga pada petang hari  itu ia  dengan bangga dapat  mewakili Indonesia mendirikan Indonesia’s Heritage Corner (IHC) di IPSA untuk mewujudkan impian Dr. Salie.

Selain itu, Konsul Jenderal juga menyampaikan bahwa pemilihan tema the Ancient Link of Batavia (now Jakarta) and Cape of Good Hope (now Cape Town) dilandasi pada fakta sejarah yang menunjukkan eratnya hubungan antara Jakarta dan Cape Town di masa lalu, sebagai dua kota pelabuhan penting dan besar sejak abad ke-16.  Sesuai dengan tema yang ditetapkan tersebut, IHC di IPSA menampilkan informasi mengenai  Indonesia dan Jakarta beserta budaya masyarakat Betawi.
Dengan adanya IHC itu, diharapkan komunitas Cape Malay yang bermukim di sekitar IPSA umumnya serta semua pihak di IPSA, baik pengajar maupun mahasiswa, akan dapat mempelajari lebih mendalam tentang Indonesia, karena (menurut Konsul Jenderal) semakin mengenal Indonesia dengan  baik, maka kecintaan kita terhadap Indonesia akan semakin terasa erat.

Sebelum mengakhiri sambutannya Konsul Jenderal menyampaikan bahwa kehadirannya  bersama seluruh keluarga besar KJRI di Cape Town di  IPSA pada petang itu, tidak hanya membawa IHC, tetapi juga membawa beberapa budaya Indonesia untuk diperkenalkan, sebagaimana ditampilkan oleh para wanita Indonesia (Pejabat dan Staf wanita serta Ibu-Ibu DWP KJRI di Cape Town) melalui pakaian nasional Indonesia yang mewakili berbagai daerah nusantara, dan juga beberapa jenis makanan khas Indonesia.

Sebagai penutup sambutannya Konsul Jenderal  menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada seluruh Pejabat dan Staf KJRI di Cape Town atas dukungan dan kerja keras yang diberikan, sehingga IHC di IPSA yang merupakan salah satu target kerja KJRI di Cape Town tahun 2011 ini dapat terwujud.

Disertai ucapan: “Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa” Konsul Jenderal menyatakan bahwa IHC di IPSA secara resmi dibuka, yang ditandai dengan penurunan tabir penutup plakat Indonesia’s Heritage Corner.

Prosesi ini  memperoleh sambutan dari seluruh undangan yang terdiri atas pengajar dan siswa IPSA serta beberapa tokoh muslim di Cape Town dan  seluruh staff KJRI di Cape Town beserta keluarga. Sebelum peresmian usai, Dr. Abdul Kareem Toffar, Dean of the Faculty, menyampaikan harapan, kiranya berdirinya IHC merupakan babak baru bagi kerjasama yang lebih baik di masa mendatang antara KJRI di Cape Town sebagai wakil pemerintah Indonesia dengan IPSA.

Usai prosesi peresmian, para undangan berkesempatan untuk mengagumi benda-benda dan membaca secara seksama berbagai informasi yang didisplay pada IHC yang dirancang dalam bentuk  replika Rumah Adat Betawi, antara lain informasi mengenai Indonesia, informasi mengenai link antara Batavia dengan Cape of Good Hope, informasi mengenai Syekh Yusuf yang merupakan tokoh sentral bagi masyarakat keturunan Indonesia di Afrika Selatan ; dua manekin (pria dan wanita) yang memperagakan pakaian tradisional masyarakat Betawi, ondel-ondel, replika Kapal Phinisi, dua buah kamus bahasa Inggris-Indonesia dan Indonesia-Inggris serta informasi-informasi lain mengenai Indonesia dan Jakarta dalam bentuk buku dan majalah, serta sebuah Al Qur’an dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Sebagai penutup rangkaian acara,  semua yang hadir menikmati santapan malam  bersama  dengan hidangan  kombinasi antara menu Indonesia  (nasi soto ayam komplit, perkedel , lalapan, sambal dan kerupuk, rujak serut, serta makanan kecil) dan menu Cape Malay (Malay chicken curry, fragrant rice, Mango Chutney dan atjar khas Cape Malay) .

Menurut Konsul Vedi Buana yang menjadi Project Officer (PO) IHC di IPSA, peresmian IHC tersebut sengaja dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2011, karena kami ingin mengisi momentum HUT Kementerian Luar Negeri RI sebagai induk dari seluruh perwakilan RIdi luar negeri .

Sebelum  mendirikan IHC di International Peace College South Africa (IPSA), KJRI di Cape Town telah mendirikan Indones’a Heritage Corner (IHC) yang pertama di Eastern Cape Muslim Heritage Museum, Port Elizabeth yang diresmikan  pada 22 April 2011 .

(Cape Town, 19 Agustus 2011)