www.indonesia-capetown.org.za
WHAT'S NEW

Thursday, 18 August 2011

 

KJRI CAPE TOWN  RAYAKAN HUT RI KE-66 BERSAMA ABK

Kesibukan menyambut peringatan HUT ke-66 Kemerdekaan RI, telah tampak di Cape Town sejak minggu ketiga bulan Juli 2011, dimana setiap hari Sabtu dan Minggu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town secara kontinyu mengadakan latihan baris berbaris bagi para petugas pengibar bendera (Paskibra), yang terdiri dari putra-putri para diplomat Indonesia yang bertugas pada KJRI di Cape Town.

Setelah dipersiapkan selama lebih dari tiga minggu, akhirnya hari H itu tiba, yaitu Rabu, tanggal 17 Agustus 2011, saat dimana seluruh bangsa Indonesia memperingati HUT ke-66 Kemerdekaan RI. 

Pagi tanggal 17 Agustus 2011 itu, halaman gedung KJRI di Cape Town yang dihias rias dengan nuansa merah putih tampak dipenuhi oleh Masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah kerja KJRI, termasuk lebih dari 100 (seratus) Anak Buah Kapal (ABK) Indoneia yang bekerja di berbagai kapal penangkap ikan milik asing (Jepang, Korea dan Taiwan) yang kapalnya sedang berlabuh di pelabuhan Table Bay, Cape Town. Kehadiran para ABK Indonesia  pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ini merupakan upaya KJRI di Cape Town, yang dilakukan dengan mengirimkan surat kepada para agen serta kapten kapal tempat mereka bekerja, guna memintakan kepada masing-masing perusahaan agar para WNI tersebut diizinkan mengikuti upacara bendera di Perwakilan RI-Cape Town.

Selain masyarakat Indonesia, tampak hadir pada Upacara Penaikan Bendera Merah Putih yang dikomandani oleh Nur Fadli Tams, Bendaharawan KJRI, adalah beberapa friends of Indonesia yang “merasa” memiliki ikatan batin dengan Indonesia; diantaranya adalah rektor, dosen dan lain-lain yang berasal dari komunitas Cape Malay maupun orang-orang Belanda yang pernah tinggal di Indonesia pada masa penjajahan. Kehadiran mereka adalah atas permintaan sendiri kepada Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi, agar dapat  diundang untuk mengikuti upacara, dan sekaligus ikut merasakan perjuangan bangsa Indonesia.

Ketika bendera merah putih dikibarkan oleh Paskibra yang terdiri dari Darian Thanos, Dandika Thanos (putra Konsul Dharmaginta Thanos) dan Amara Buana (Putri Konsul Vedi Buana) dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, seluruh peserta upacara menyanyikannya dengan penuh semangat, termasuk dari barisan para ABK yang umumnya terdiri dari para pemuda Indonesia.

Sementara itu, suasana hening sejenak ketika Konsul Jenderal RI di Cape Town, yang pagi itu bertindak sebagai Inspektur Upacara mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta guna menghormati arwah para pahlawan bangsa Indonesia. Kegiatan mengheningkan cipta yang diiringi lagu yang khidmat telah mampu menggugah emosi para peserta upacara dan tidak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata. Sebagaimana disampaikan oleh Dr. Salie Abraham, Rektor International Peace College South Africa (IPSA) kepada Konsul Jenderal (usai upacara) bahwa ia menitikkan air mata ketika prosesi pengibaran bendera hingga mengheningkan cipta berlangsung, karena teringat pada perjuangan nenek moyangnya yang dibuang dari Indonesia ke Afrika Selatan pada beberapa abad yang silam. Lebih lanjut Dr. Salie menyampaikan: “I feel that I am an Indonesian”.

Semangat yang meliputi jiwa dan raga para peserta upacara pagi itu tampaknya telah berhasil mengalahkan dinginnya hawa winter di Cape Town dan berlanjut ketika naskah proklamasi dibacakan oleh Pendeta Nimrot Rajagukguk (salah satu tokoh masyarakat Indonesia di Cape Town); demikian halnya ketika aubade berlangsung dengan menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Berkibarlah Benderaku.

Upacara penaikan bendera diakhiri dengan pembacaaan doa yang dibawakan oleh Prof. Dr. Salman Harun Ahmad, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan ahli tafsir Al-Quran, yang berada di Cape Town dalam rangka mengisi salah satu kegiatan yang telah diprogramkan oleh KJRI di Cape Town pada bulan Agustus ini, yaitu Safari Ramadan.

Sebelum upacara selesai, Konsul Jenderal atas nama Pemerintah RI menyematkan Bintang Karya Satya kepada Konsul Vedi Kurnia Buana, atas pengabdiannya selama 10 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia.

Usai Upacara Penaikan Bendera, Konsul Jenderal didampingi Bapak Harijadi menghampiri seluruh peserta upacara termasuk para ABK guna memberikan salam dan ucapan selamat merayakan HUT RI. Pada kesempatan ini, para ABK mendaulat Konsul Jenderal untuk bergambar bersama Konsul Jenderal beserta seluruh Pejabat KJRI dan keluarga besar KJRI. di Cape Town,

Rupanya, kegembiraan para ABK dalam memperingati HUT ke-66 Kemerdekaan RI tidak berhenti sampai selesainya upacara penaikan bendera saja; terbukti dari permintaan mereka agar diizinkan tetap tinggal di wilayah kantor KJRI, sambil menunggu Upacara Penurunan Bendera yang akan dilaksanakan pada sore hari.

Merespon permohonan para ABK; KJRI di Cape Town yang senantiasa siap melaksanakan tugas dan fungsi perwakilan di bidang pembinaan dan perlindungan WNI secara optimal, menyediakan peralatan olah raga (tenis meja dan badminton) serta konsumsi berupa makanan Indonesia (nasi box) untuk pagi dan siang bagi mereka yang tidak berpuasa. Kesempatan berkumpul ini, juga dimanfaatkan oleh kedua pihak untuk saling berinteraksi. Bagi para ABK, kesempatan ini dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan staff KJRI di Cape Town mengenai masalah yang mereka hadapi dalam pekerjaan, sedangkan bagi KJRI kesempatan itu dimanfaatkan untuk pembinaan dari sudut mental dan spiritual.

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih yang dilaksanakan pukul 17.30 tidak kalah meriahnya dengan Upacara Penaikan Bendera. Hal itu tampak dari semakin bertambahnya peserta upacara, yang disebabkan jam kerja telah usai, sehingga WNI maupun friends of Indonesia lainnya dapat bergabung.

Usai upacara penurunan bendera, sambil menunggu acara buka puasa bersama, dilaksanakan acara potong tumpeng HUT ke-66 Kemerdekaan RI oleh Konsul Jenderal; potongan tumpeng tersebut diberikan kepada Bapak Nimrot Rajagukguk disertai ucapan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan dalam membantu KJRI di Cape Town  mengurus para ABK  Indonesia melalui kelas life skills yang dibuka resmi oleh Konsul Jenderal RI pada tanggal 11 Mei 2011 yang lalu.

Selanjutnya, Konsul Jenderal dan Bapak Harijadi didampingi oleh Konsul Ekonomi dan isteri berbuka bersama dengan para tamu undangan di salah satu ruang di lantai bawah gedung KJRI di Cape Town; sedangkan Pejabat KJRI lainnya beserta isteri/suami menemani Masyarakat Indonesia termasuk para ABK, berbuka puasa di lantai dua gedung KJRI di Cape Town. Usai Shalat Maghrib yang dipimpin oleh Prof. Salman Harun, para ABK dan sebagian Masyarakat Indonesia yang hadir mendengarkan siraman rohani yang disampaikan oleh Prof. Salman yang juga ahli tafsir Al-Quran ini.

Secara keseluruhan, peringatan HUT ke-66 kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh KJRI di Cape Town berlangsung dengan tertib, tepat waktu dan kental akan semangat kebangsaan. Tampak semua peserta upacara menikmati suasana kemerdekaan, termasuk para ABK Indonesia yang pada hari Rabu, tanggal 17 Agustus 2011 itu benar-benar menikmati kemerdekaannya dari kerja berat yang hampir setiap hari berlangsung di tengah lautan. (KJRI di 18 Agustus 2011)