www.indonesia-capetown.org.za
WHAT'S NEW

Thursday, 11 August 2011

 

KJRI CAPE TOWN  PEGANG PERAN PADA PERINGATAN  WOMEN’S DAY AFRIKA SELATAN  2011 DI CAPE TOWN

Women’s Day Afrika Selatan yang setiap tahun diperingati pada tanggal 9 Agustus, merupakan peringatan terhadap peran besar para perempuan Afrika Selatan dalam ikut ambil bagian pada  perjuangan menentang penindasan terhadap manusia yang dilakukan oleh rezim apartheid. Perjuangan para perempuan Afrika Selatan tersebut dilakukan pada tahun 1956 melalui suatu demonstrasi besar-besaran.

Untuk  memperingati peran wanita Afrika Selatan dalam perjuangan tersebut, Pemerintah Afrika Selatan menetapkan tanggal 9 Agustus sebagai Hari Libur Nasional, agar seluruh rakyatnya, dapat memperingati Women’s Day.

Dalam memperingati women’s day tersebut,  South African Qur’aan Union (SAQU) yang bermarkas di Cape Town senantiasa menyelenggarakan program yang melibatkan semua unsur perempuan dari berbagai organisasi Islam di Afrika Selatan; dalam kaitan ini, hampir setiap tahun SAQU meminta bantuan dari Pemerintah Indonesia berupa seorang Qoriah untuk memeriahkan peringatan termaksud. Setiap tahun pula, SAQU mengundang Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Cape Town untuk hadir dalam peringatan women’s day.

Mengetahui bahwa KJRI di Cape Town saat ini dipimpin oleh seorang wanita; maka sejak peringatan women’s day tahun 2010 yang lalu, SAQU secara khusus mengundang Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi untuk bertindak sebagai Key-Note Speaker. Demikian halnya pada peringatan tahun 2011 yang mengusung tema :  The conscious women,  penyampaian sambutan oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town merupakan salah satu acara utama dalam Women’s Day Program 2011 yang diselenggarakan pada hari Senin, 8 Agustus 2011.

Membawakan sambutannya, Konsul Jenderal Seraya menyampaikan ucapan terimakasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya, selaku wakil dari Pemerintah Indonesia di Cape Town, sekaligus juga  meminta maaf atas ketidak hadiran Qoriah dari Indonesia pada peringatan women’s day Afrika selatan tahun 2011 ini , yang dikarenakan tidak dapat memperoleh visa masuk Afrika Selatan  pada saat yang tepat.

Setelah mengucapkan selamat kepada seluruh perempuan Afrika selatan yang merayakan hari bersejarah untuk menandai perannya dalam melawan Apartheid, memasuki inti sambutan Konsul Jenderal membacakan surah An- Nisa  ayat 1 yang maknanya bahwa dalam agama Islam, laki-laki dan perempuan adalah sederajat; dan Surah An-Nisa  ayat 32 yang maknanya bahwa dalam Islam laki-laki dan perempuan memiliki peran dan kewajiban  masing-masing.

Selanjutnya, Konsul Jenderal mengingatkan semua perempuan yang hadir bahwa Islam memberi peran yang luar biasa kepada kaum perempuan; yaitu sebagaimana dikabarkan dalam Hadis Nabi Muhammad SAW bahwa “ Perempuan adalah Pillar dari Peradaban; dalam kaitan ini, jika kaum perempuannya cerdas dan terdidik, maka negara atau peradaban akan maju, sementara itu jika kaum perempuannya tidak terdidik, maka negara atau peradaban dapat menjadi hancur”. Namun, lanjut Konsul Jenderal, agar kaum perempuan dapat memainkan perannya dengan benar, maka masyarakat sekelilingnyalah yang harus mendidik para perempuannya. Oleh karena itu, pada kesempatan itu, Konsul Jenderal mengajak semua perempuan yang hadir hendaknya menyadari akan peran yang sesuai dengan pilihannya masing-masing,

Pada kesempatan tersebut Konsul Jenderal juga menjelaskan tentang kondisi peranan wanita Indonesia di negaranya; yaitu bahwa Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, telah mengakui peran perempuan sejak Islam berkembang pada abad ke-12 sampai sekarang, dimana para perempuan memainkan peranan penting dalam  berbagai lingkup kehidupan. Contohnya, pada abad ke-17 , Aceh telah memiliki Pemimpin Perempuan (Sultanah); abad ke-18, beberapa Perempuan Indonesia bergabung dalam perjuangan melawan kolonial Belanda, diantaranya adalah Raden Ajeng Serang, Ratnaningsih (isteri Pangeran Diponegoro), Cut Nyak Din dan Cut Mutia, dan tidak kalah penting adalah R.A. Kartini  yang mengangkat derajat perempuan melalui pendidikan. Semua perempuan tersebut mendapat gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

Pada masa kemerdekaan ini, perempuan Indonesia terus memainkan peran yang penting dalam masyarakat. Selain itu, pemerintah Indonesia juga menaruh perhatian yang besar terhadap masalah perempuan yaitu dengan membentuk Kementerian Negara Urusan Peranan Wanita pada tahun 1983. Lebih lanjut pada tahun 1984 Pemerintah  Indonesia juga meratifikasi  Konvensi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (UN Convention on the Elimination of all Discrimination Against Women). Perhatian pemerintah Indonesia terhadap permasalahan perempuan dari masa ke masa semakin besar dengan dibentuknya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Praktek yang terjadi di Indonesia tersebut merupakan bukti bahwa Islam, demokrasi dan modernisasi  dapat berjalan beriringan yang menggambarkan bahwa masyarakat Islam di Indonesia lebih terbuka sehingga kaum perempuan Indonesia dapat menikmati kemerdekaan dalam menjalankan perannya.

Dipilihnya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI tahun 2001 – 2004 merupakan bukti lebih lanjut akan besarnya kemerdekaan perempuan Indonesia dalam menjalankan perannya baik di masyarakat maupun dalam negara. Untuk meyakinkan para perempuan yang hadir pagi itu, Konsul Jenderal menyampaikan bahwa besarnya peranan perempuan Indonesia juga dibuktikan dengan penunjukkan dirinya yang nota bene perempuan, sebagai Konsul Jenderal RI di Cape Town, yang merupakan pemimpin bagi Misi Indonesia di wilayah kerja KJRI Cape Town .

Sebelum mengakhiri sambutannya, Konsul Jenderal mengajak semua perempuan yang hadir, agar mensyukuri kodratnya sebagai perempuan; karena  melalui kodratnya tersebut seorang perempuan  dapat memainkan berbagai peran, diantaranya adalah  sebagai isteri, sebagai ibu dari anak-anak yang dilahirkan dan sebagainya. Namun, satu hal  yang terpenting dan sangat memerlukan perhatian para perempuan adalah “kesadaran” akan perannya sebgai “ the mother of a nation”.

Sambutan yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang perempuan dan beberapa undangan laki-laki itu, diakhiri dengan  harapan serta mendoakan agar para perempuan Afrika Selatan dapat meningkatkan perannya dalam memajukan negaranya  dan utamanya dalam pemberdayaan kaum perempuan .

Setelah menyampaikan sambutan, Konsul Jenderal yang didampingi oleh Konsul Muda Erry Kananga dan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI di Cape Town itu, didaulat untuk menyerahkan Lifetime Achievement Awards kepada beberapa tokoh perempuan muslim Afrika Selatan yang telah memberikan kontribusi yang berharga baik terhadap perempuan maupun terhadap masyarakat secara keseluruhan. (Cape Town, 9 Agustus 2011)