www.indonesia-capetown.org.za
WHAT'S NEW

Monday, 01 August 2011

 

MERINTIS MENGENALKAN INDONESIA DI CAPE TOWN MELALUI CERITA KANAK-KANAK INDONESIA

Banyak cara yang ditempuh oleh berbagai institusi Indonesia dalam melaksanakan Peringatan Hari Anak Nasional yang setiap tahun jatuh pada tanggal 23 Juli; demikian juga Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town.

Khususnya pada peringatan Hari Anak Nasional tahun 2011, KJRI di Cape Town terpaksa menyelenggarakan peringatan hari anak tersebut melalui kerjasama dengan pihak luar. Keputusan ini diambil oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi dengan pertimbangan karena sedikitnya jumlah anak-anak Indonesia yang ada di wilayah kerjanya. Oleh karena itulah melalui segala cara, Konsul Jenderal RI di Cape Town tersebut menjual idenya kepada beberapa sekolah di Cape Town untuk bekerjasana menyelenggarakan kegiatan story telling dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Indonesia Tahun 2011.

Rupanya gayung bersambut katapun bertaut; ide yang bagus tersebut memperoleh sambutan dari Wynberg Girls Junior School (WGJS), yaitu sekolah khusus perempuan pertama di Afrika Selatan yang telah berdiri sejak tahun 1884. Di sekolah ini, putri dari beberapa Diplomat Indonesia yang sedang bertugas di Cape Town melaksanakan pendidikan.

Kegiatan story telling yang melibatkan Ibu-Ibu dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI di Cape Town itu, dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 27 Juli 2011, bertepatan dengan Readathon Week (minggu sadar membaca) yaitu tematis yang diadakan WGJS. Dalam kaitan itu, sejak hari Senin, tanggal 25 Juli 2011, KJRI di Cape Town menyelenggarakan pameran mini tentang Indonesia berupa angklung, wayang kulit , wayang golek dan peta Indonesia, serta peminjaman buku cerita kanak-kanak Indonesia di perpustakaan WGJS yang berlangsung selama Readathon Week.

Story telling yang diselenggarakan di Vera Lawton Hall kampus WGJS itu khusus untuk murid-murid WGJS yang duduk di Grade R (Reception), Grade 1 dan Grade 2, yang masing-masing terdiri dari 3 kelas, sehingga total keseluruhannya adalah 9 kelas, dengan menampilkan cerita kanak-kanak Tanah Air, yang terdiri dari kisah Puteri Bunga Melur dari Sumatera Utara untuk Grade R, kisah Joko Kendil dari Jawa Tengah untuk kelas 1, dan kisah Si Kecil dari Sulawesi Selatan untuk kelas 2.

Membuka acara, Konsul Muda Sosial Budaya Erry Kananga selaku Ketua Pelaksana berceritera tentang Indonesia kepada para murid yang hadir yang jumlahnya mencapai 250 orang. Selain mengenalkan tentang Indonesia, juga disampaikan pesan bahwa acara strory telling ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Indonesia dan untuk itu, KJRI di Cape Town ingin berbagi dengan anak-anak di Afrika Selatan, tentang kekayaan cerita rakyat Indonesia yang digemari anak-anak Indonesia, dan mudah-mudahan juga akan digemari oleh anak-anak Afrika Selatan.

Hal menarik terjadi ketika Erry bertanya kepada para murid Grade 2 apakah mereka mengetahui tentang Indonesia, ternyata ada sekitar 22 murid yang mengacungkan jari dan mengatakan tahu tentang Indonesia. Presentasi tentang Indonesia tersebut diharapkan mampu lebih memperkenalkan Indonesia kepada para generasi penerus di Afrika Selatan.

Story telling didahului dengan pembacaan sinopsis kisah yang akan diceritakan. Menariknya, pembacaan sinopsis dilakukan oleh dua anak Indonesia, yaitu Layla Lokatmala, putri Konsul Muda Erry Kananga yang duduk di Grade R dan Zalfa Buana, putri Konsul Vedi Kurnia Buana yang duduk di Grade 2 WGJS.

Selama story telling berlangsung, murid-murid WGJS duduk berjajar, dengan terpukau menyimak kisah yang dibacakan secara bergantian oleh Ibu-Ibu DWP yang dibarengi oleh presentasi multimedia atau gambar secara manual untuk memperjelas dan memperkaya cerita tersebut.

Pada akhir pembacaan cerita untuk setiap Grade, pendongeng mengajukan pertanyaan mengenai cerita yang dibacakan. Para murid yang tadinya tenang mendengarkan cerita, kini berlomba mengacungkan tangan mencoba untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Ibu DWP yang membacakan cerita. Mereka yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh kenang-kenangan dari KJRI di Cape Town berupa miniatur wayang kulit atau pembatas buku wayang kulit. Kuis ini membuat acara story telling makin semarak.

Kemeriahan acara story telling tidak berhenti di situ saja; sebelum meninggalkan ruangan Vera Lawton Hall, para murid juga belajar beberapa patah kata dalam Bahasa Indonesia. Dengan dipandu oleh Ketua PTA (Parents Teacher Association) yang hadir mengikuti seluruh rangkaian acara peringatan Hari Anak Nasional Indonesia ini, secara serempak mereka mencoba mengucapkan “Terima kasih” dan “Selamat jalan” yang disambut dengan tepuk tangan para guru dan Wakil KJRI di Cape Town. Sebelum meninggalkan ruangan aula, murid-murid juga memperoleh buah tangan berupa makanan kecil Indonesia yaitu pastel sayuran dan pisang molen yang dikemas dalam parsel kecil yang menarik.

Sebagai penghormatan, Kepala Sekolah WGJS menyempatkan diri menemui Wakil dari KJRI di Cape Town, untuk secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada KJRI di Cape Town yang telah menunjukkan kepedulian terhadap pentingnya budaya membaca. Disamping itu, juga menyampaikan perasaan senangnya atas pameran mini Indonesia yang diselenggarakan oleh KJRI di Cape Town di Kampus WGJS yang berlangsung selama Readathon Week.

Peringatan Hari Anak Nasional 2011 di wilayah kerja KJRI di Cape Town berhasil memukau segenap pihak Kampus Wynberg Girls Junior School, mulai dari staff pengajar, tenaga administrasi, para murid, bahkan Kepala Sekolah.

Menurut Erry, dilibatkannya DWP dalam hal ini, dimaksudkan agar para Ibu yang sedang mendampingi suaminya dalam penugasan pada KJRI di Cape Town lebih meresapi perannya sebagai pendukung kegiatan KJRI di Cape Town di bidang sosial dan budaya. (Cape Town, 29 Juli 2011)