
Sejak tanggal 13 Juli 2011, Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Cape Town lebih sibuk dibandingkan hari kerja biasa, hampir seluruh unsur di KJRI (Pimpinan, Pejabat dan Staf serta Dharma Wanita Persatuan/DWP) beserta keluarga masing-masing bekerja ekstra dan bahkan memobilisir masyarakat Indonesia dan friends of Indonesia di Cape Town.
Pagi tanggal 13 Juli 2011 itu Konsul Ekonomi Dharmaginta Thanos didampingi Konsul Konsuler Vedi Kurnia Buana dan beberapa staf KJRI tampak mondar mandir di Cape Town International Airport, yang ternyata untuk menerima satu delegasi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) RI yang terdiri dari Pejabat Kembudpar, Pengusaha Indonesia dan Event Organizer (EO) beserta para penari. Menurut Konsul Ekonomi yang dalam kaitan ini menjadi Project Officer (PO) KJRI , Delegasi Kembudpar yang berjumlah 20 orang tersebut akan berada di Cape Town dalam rangka mendukung dan mengisi kegiatan KJRI di Cape Town yaitu Indonesia’s Festival in Cape Town South Africa 2011 dengan mengusung tema Wonderful Indonesia. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Indonesia’s Festival in Cape Town 2011, dan utamanya kegiatan pada tanggal 15-17 Juli 2011 tersebut berupa Cultural Performance, business meeting dan pameran produk unggulan Indonesia.
Dari persiapan yang beruntun tersebut, Cultural Performance berhasil digelar sesuai rencana, yaitu di the Pavillion Conference Center yang berada di tengah kota Cape Town, tepatnya pada hari Jum’at tanggal 15 Juli 2011. Acara yang dipandu oleh Konsul Muda Sosial Budaya Erry Kananga itu berlangsung dari jam 18.30 sampai 21.30 waktu setempat.
Acara yang dipersiapkan dengan matang ini, diawali dengan welcoming reception dengan menyuguhkan makanan dan minuman khas Indonesia dari sponsor yaitu kopi khas Indonesia dari perusahaan Bandar Kopi, yang dibawa langsung oleh pemiliknya yaitu Ny. Yanti Tambunan, dan cemilan dari Garuda Food berupa kacang (kacang kulit dan kacang atom) serta wafer cohcolatos yang dikirim dari agennya di Johannesburg.
Pada malam tanggal 15 Juli itu, the Pavillion yang berkapasitas 300 orang tampak penuh oleh undangan yang terdiri dari Konsul Jenderal, Konsul dan Konsul Kehormatan negara sahabat, pejabat pemerintah propinsi Western Cape dan pemerintah kota Cape Town, Cape Chamber, WESGRO, WECBOG, Pengusaha Friends of Indonesia, para mantan penerima bea siswa Indonesia, Masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI di Cape Town, termasuk para WNI-ABK yang kapalnya sedang bersandar di pelabuhan Cape Town.
Seraya menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih atas kesediaan para undangan menyediakan waktunya untuk datang menikmati suasana Indonesia; dalam sambutan mengantar pagelaran, Konsul Jenderal RI di Cape Town Ny. Sugie Harijadi menyampaikan gambaran singkat tentang Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari 17.508 pulau yang membentang dari kota Sabang di pulau Sumatera hingga Merauke di pulau Papua yang dahulu bernama Irian Jaya, yang melahirkan beberapa suku bangsa Indonesia. Indonesia yang diapit dua samudera Pasifik dan India menjembatani dua benua yaitu Asia dan Australia.
Melanjutkan sambutannya, Konsul Jenderal menyampaikan bahwa dari berbagai kekayaan Indonesia itulah, maka tema yang diusung malam itu adalah Wonderful Indonesia, untuk menggambarkan betapa indahnya Indonesia dalam bingkai bhinneka tunggal ika/unity in the diversity. Melalui pagelaran seni budaya tersebut, Konsul Jenderal RI di Cape Town berharap kiranya para undangan dapat mengenal Indonesia lebih dalam, dan pada akhirnya menimbulkan minat para undangan untuk melihat Indonesia dari dekat melalui kunjungan ke Indonesia nan indah dan permai.
Menutup sambutan yang berdurasi tiga menit itu, Konsul Jenderal RI di Cape Town tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar KJRI di Cape Town yang telah mendukung pelaksanaan tugas-tugasnya sebagai Kepala Perwakilan RI di Cape Town, dan juga kepada Delegasi Kembudpar, KBRI di Windhoek-Namibia, Masyarakat Indonesia di Cape Town dan EOAN Grup dari Cape Town serta the Pavillion sehingga pagelaran seni budaya Wonderful Indonesia dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Pagelaran seni budaya yang berhasil memukau para undangan tersebut menampilkan berbagai tarian dari beberapa wilayah di Indonesia (Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi) yang dibawakan oleh grup tari dari Jakarta serta musik angklung yang dimainkan oleh tim gabungan dari KBRI di Windhoek-Namibia dan KJRI di Cape Town yang membawakan lagu-lagu Indonesia serta lagu-lagu dari Afrika.
Sebagai puncak pagelaran adalah peragaan busana pengantin dari beberapa daerah di Indonesia yaitu pengantin dengan pakaian adat Betawi, Yogyakarta, Minangkabau, Bugis, dan Palembang, yang dibawakan oleh putra-putri dari KJRI di Cape Town serta beberapa murid dari sekolah tari EOAN.
Peragaan busana pengantin Indonesia tersebut tampil dengan iringan lagu Bengawan Solo oleh grup angklung dan telah berhasil menuai decak kagum dari para undangan melalui applause yang disampaikan secara bertubi-tubi. Penampilan para peragawan dan peragawati yang piawai tersebut, adalah berkat pelatihan yang diberikan oleh Ibu-Ibu DWP KJRI di Cape Town.
Dari tempat duduknya, Konsul Jenderal RI yang diapit oleh Konsul Jenderal AS dan Petinggi dari Pemprov Western Cape tidak henti-hentinya menjelaskan kepada tamunya tersebut tentang makna dari berbagai tarian serta lagu Indonesia yang ditampilkan dan khususnya tentang Wonderful Indonesia yang digelar malam itu.
Di akhir pagelaran Konsul Jenderal didampingi oleh Bapak Harijadi Warsosumarto serta Bapak Akmal yang mewakili delegasi Kembudpar menerima compliments dari para undangan yang menyatakan ucapan selamat atas keberhasilan kegiatan tersebut dan kekagumannya terhadap keragaman Indonesia.
Menurut Konsul Ekonomi yang dipercaya sebagai PO, cultural performance Wonderful Indonesia tersebut dipersiapkan sejak Desember 2010, yang merupakan hasil pertemuan antara Konsul Jenderal RI di Cape Town dan Dirjen Pemasaran Kembudpar, Bapak Sapta Nirwandar, di Jakarta pada bulan Nopember 2010.
(KJRI di Cape Town 17 Juli 2011)