LATAR BELAKANG
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kota Cape Town secara geografis terletak di ujung Utara Semenanjung Cape yang di kelilingi oleh Pegunungan Hottentots Holland dan 2 (dua) samudera, yaitu Samudera Atlantik dan Samudera Hindia. Kondisi geografis ini telah menjadikan Cape Town sebagai kota yang mempunyai keindahan tersendiri dibandingkan kota-kota lainnya di Afrika Selatan. Keindahan tersebut dapat dilihat di kota-kota yang terletak di pesisir pantai seperti Llandudno, Hout Bay, Kommetjie, Scarborough, Cape Point, False Bay dan daerah-daerah tujuan wisata lainnya. Keindahan teluk dan pantai yang dimiliki oleh Cape Town pun telah diakui di mancanegara.
Selain memiliki keeksotisan teluk dan pantai, Cape Town pun dihiasi dengan kecantikan pemandangan pegunungannya serta hamparan perkebunan anggur dan anggrek.
Secara administratif, Cape Town merupakan salah satu kota yang berada di dalam wilayah Propinsi Western Cape. Luas Western Cape mencapai kurang lebih 129.386 km2. Propinsi Western Cape diresmikan sebagai propinsi pada tahun 1994 dimana pada pemerintahan apartheid propinsi ini merupakan salah satu dari 4 (empat) propinsi terbesar di Afrika Selatan saat itu dan sekarang ini Afrika Selatan terbagi dalam 9 (sembilan) propinsi.
Kondisi iklim di hampir seluruh kota-kota di Afrika Selatan dapat dikatakan tidak menentu. Perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat dalam seharinya. Namun secara umum, Propinsi Western Cape memiliki 4 (empat) musim, dengan pembagian waktu sebagai berikut:
- Musim panas dari bulan Oktober hingga bulan Januari ;
- Musim gugur dari bulan Februari hingga bulan April ;
- Musim semi dari bulan Maret hingga bulan Juli ;
- Musim dingin dari bulan Juli hingga bulan September.
Pada saat musim panas, temperatur rata-rata berkisar antara 16 – 32 celcius (60 – 90 fahreinheit). Sedangkan pada musim dingin berkisar antara 7 - 18 C (44 - 64 F). Namun pada saat-saat tertentu, suhu udara dapat mencapai 40 C pada musim panas dan 0 C pada musim dingin. Pada saat musim dingin, di beberapa pegunungan tertentu dapat ditemukan turunnya salju.
Musim hujan berlangsung antara bulan Mei sampai bulan Oktober untuk daerah Cape Town dan sekitarnya dengan curah hujan mencapai rata-rata 510 mm (20 inch) setiap tahunnya. Di bagian Selatan propinsi, yaitu di kota-kota di sepanjang Samudera India, hujan turun lebih banyak dibandingkan dengan Cape Town, misalnya di Kota Mossel Bay (Mosselbaai), curah hujan mencapai rata-rata 380 mm (15 inch) setiap tahunnya. Sedangkan di daerah Great Karoo dan sekitarnya hujan sangat jarang turun sehingga membuat tempat ini hampir mengalami kekeringan sepanjang tahunnya.
Di musim panas udara cukup kering di propinsi Western Cape. Angin kencang dengan kekuatan rata-rata 70 hingga 80 km/jam sering berhembus pada masa antara musim panas dan musim dingin. Angin ini di kenal dengan sebutan “Doctor Cape”. Dinamakan demikian karena tiupannya yang kencang tersebut, angin ini diyakini dapat membersihkan Semenanjung Cape dari segala kuman penyakit dan bakteri.
Akhir tahun di Cape Town, antara bulan Oktober – Januari, merupakan waktu yang sangat tepat untuk menikmati keindahan pemandangan Cape Town dan sekitarnya. Dikarenakan di akhir tahun tersebut, Cape Town memasuki musim panas dimana siang hari lebih panjang dari malam hari, matahari hampir dapat dipastikan bersinar terang selama 11 jam sehari dan hari lebih panjang dari malam, sehingga lebih banyak waktu untuk berrekreasi. Maka tidaklah mengherankan apabila Cape Town pada bulan-bulan tersebut dipadati oleh jutaan wisatawan baik dari dalam dan luar negeri yang datang berkunjung.
Berdasarkan sensus pemerintah yang dilakukan pada tahun 2001, jumlah penduduk Propinsi Western Cape mencapai kurang lebih 4.500.000 jiwa dan 51 ,5% nya adalah wanita. Komposisi polpulasi sbb : penduduk kulit warna sekitar 57%, 24% kulit putih, 18% kulit hitam dan 1% orang Asia termasuk India. Jumlah penduduk Propinsi Western Cape adalah 9% dari total populasi Afrika Selatan yang mencapai kurang lebih 42 juta jiwa secara keseluruhan. Pada saat itu, pertumbuhan jumlah penduduk berkisar antara 2% pertahun.
Sedangkan berdasarkan survey yang dilakukan oleh WESGRO pada tahun 2000, sebuah lembaga promosi investasi, jumlah penduduk di propinsi ini mencapai jumlah sekitar 4.539.000 jiwa, atau 10% dari total populasi secara keseluruhan Afrika Selatan, dengan kompoisis : kulit warna/Asia mencapai 55%, kulit putih 20%, kulit hitam 21%, lain-lain 3%.
Penduduk kulit berwarna merupakan keturunan yang berasal dari berbagai negara. Penduduk kulit putih kebanyakan dari berasal dari bangsa Eropa seperti Belanda, Inggris, Portugal, dan sebagian kecil Jerman. Sedangkan penduduk asli Afrika Selatan sendiri adalah Suku Khoi dan San. Suku Bantu datang ke negeri ini kira-kira 2000 tahun yang lalu, dengan membawa teknologi pertanian yang lebih maju. Selain itu, ada juga penduduk campuran yang dikenal dengan sebutan orang Bushman atau Hotthentot. Mereka adalah campuran antara beberapa suku, terutama antara Suku Khoi atau San dengan Suku Bantu.
Sekitar 68% dari penduduk Western Cape tinggal di daerah perkotaan dengan Bahasa Afrikaans dan Inggris sebagai bahasa formal sehari-hari. Bahasa Xhosa adalah bahasa utama mayoritas orang kulit hitam. Dan mereka kebanyakan menetap di daerah pinggiran kota Cape Town.
Pemerintah Propinsi Western Cape dari waktu ke waktu berupaya untuk meningkatkan kondisi dan jaminan keamanan di wilayahnya, terutama sekali Cape Town, mengingat Cape Town merupakan kota tujuan wisata utama bagi para turis yang datang. Hal ini antara lain dapat dilihat dari penambahan jumlah personil petugas keamanan dan pemasangan kamera-kamera keamanan di sudut-sudut tertentu kota. Sehingga dapat dikatakan, kondisi keamanan di pusat Kota Cape Town yang juga dikenal sebagai Central Business Distric (CBD) dan daerah sekitarnya, termasuk tempat-tempat strategis lainnya seperti pusat-pusat perbelanjaan adalah relatif aman. Sedangkan untuk kawasan pinggiran kota, tingkat kriminalitas masih cukup tinggi. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap waspada, hindari membawa barang-barang berharga atau uang dalam jumlah besar.