PEMERINTAH DAERAH & EKONOMI
Pemerintah Daerah
Cape Town yang ditemukan pada tahun 1652, merupakan ibukota Propinsi Western Cape. Selain sebagai ibukota propinsi, Cape Town menyandang pula status sebagai kota parlemen (legislatif), mengingat Parlemen Afrika Selatan berkedudukan di sini. Sidang parlemen berlangsung dari bulan Januari hingga bulan Juni dimana seluruh pejabat tinggi negara hadir di dalamnya.
Propinsi Western Cape dipimpin oleh seorang premier (gubernur) yang dibantu oleh majelis eksekutif (executive council) yang terdiri dari beberapa menteri daerah dan legislature. Dewan Propinsi beserta premier dipilih lewat pemilu tingkat nasional dengan masa jabatan selama 4 (empat) tahun. Pendapatan kursi di dewan propinsi diatur sesuai dengan prosentase perolehan suara yang didapat oleh partai tertentu di propinsi tertentu pada pemilu tingkat nasional. Dewan Propinsi ini selanjutnya memilih premier, dan premier kemudian menunjuk para pembantunya sebagai menteri daerah dan legislature untuk duduk di executive council.
Untuk periode sekarang, posisi premier dijabat oleh Ibrahim Rasool dari Partai ANC (African National Congress) dan Kota Cape Town dipimpin oleh seorang mayor (walikota), yaitu Helen Zille yang berasal dari Partai DP (Democratic Party)
Pemilu demokratis pertama dilaksanakan pada bulan April 1994, di mana Partai ANC (African National Congress) meraih suara sebanyak 62 persen disusul Partai NP yang meraih suara sebanyak 20 persen, pada tingkat nasional. Dengan demikian Nelson Mandela, yang dibebaskan dari penjara pada bulan Februari 1990 dan saat itu duduk sebagai orang nomor satu di ANC, terpilih sebagai presiden demokratis pertama di negeri ini.
Ekonomi
Perekonomian Western Cape berkembang pesat dengan pendapatan perkapita rata-rata pertahun sebesar 14. 000 Rand atau sekitar 3. 200 dollar AS. Dari sudut ini, Western Cape menjadi propinsi kedua terbaik setelah Gauteng. Sumbangan Western Cape terhadap GDP nasional adalah sebesar 60,5 milyar (14, 7 %) dari total GDP sebesar 400 milyar Rand.
Berikut adalah bidang-bidang dan jasa-jasa andalan Propinsi Western Cape beserta prosentase Gross Regional Product-nya:
- Elektronik, gas dan air sebesar 2, 9% ;
- Perdagangan 11, 1% ;
- Jasa dan sosial 20, 4%
- Bidang jasa keuangan dan Bank 17, 4% ;
- Perkebunan, pertanian, perikanan dan perhutanan: 7, 4% ;
- Turisme sebesar 9, 1% ;
- Transportasi dan komunikasi 9, 2% ;
- Pertambangan 0, 2% ;
- Bangunan 3, 7% ;
- Produksi 20, 1%.
Lembaga-lembaga yang mempromosikan ekonomi Western Cape antara lain adalah WESGRO (Lembaga Promosi Investasi) dan Cape Chambers of Commerce & Industry (CCCI).
Propinsi Western Cape memiliki industri pariwisata cukup dinamis. Berdasarkan keterangan WESGRO, industri ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari tahun ke tahun. Tercatat 650.000 turis asing berkunjung ke propinsi Western Cape pada tahun 1995. Pada tahun 1998, jumlah itu meningkat menjadi 706. 000, dan pada tahun 2001 diperkirakan mencapai sekitar 2 juta turis mancanegara. Peningkatan jumlah turis yang cukup signifikan ini telah ikut menggairahkan pertumbuhan bisnis di sektor perhotelan dan jasa boga. Peningkatan jumlah turis ini pun tidak terlepas dari kesiapan prasarana dan sarana serta ditunjang pula oleh keberadaan infrastuktur yang sangat baik. Oleh karena itu, perkembangan industri pariwisata di Cape Town dan industri yang terkait lainnya diperkirakan akan semakin meningkat di waktu yang akan datang, mengingat pula bahwa Pemerintah Propinsi Western Cape telah mencanangkan Cape Town sebagai salah satu kota dari 10 (sepuluh) kota tujuan wisata utama di seluruh dunia.